Jumat, 07 Desember 2012

Perhitungan HPP Cimol Bandung 2012


PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP)
(Cimol Bandung)
Mata Kuliah Akuntansi Biaya









Disusun Oleh:
Ananda Maharani          (0221-11-154)
Megy Anggraini             (0221-11-156)
Yuris Nurmawati           (0221-11-161)
Nisa Istiqomah               (0221-11-172)
Devi Paramudita             (0221-11-181)
Hana Aulia                     (0221-11-182)
Evi Taniasari                  (0221-11-188)
Rizky Agung M             (0221-11-186)
Khaerul anam                 (0221-11-184)
Fendy                             (0221-11-166)


Program Studi Akuntansi- Fakultas Ekonomi
Universitas Pakuan
2012




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perusahaan yang telah berdiri tentunya ingin berkembang dan terus menjaga kelangsungan hidupnya, untuk itu pihak manajemen perusahaan perlu membuat kebijakan yang mengacu pada terciptanya efisiensi dan efektivitas kerja.   Kebijakan tersebut dapat berupa penetapan  harga pokok produksi, yaitu dengan cara menekan biaya produksi serendah  mungkin dan tetap menjaga kualitas dari barang atau produk yang dihasilkan, sehingga harga pokok produk satuan yang dihasilkan perusahaan lebih rendah dari yang sebelumnya. Kebijakan ini sangat bermanfaat bagi perusahaan  untuk  menetapkan harga jual yang tepat dengan laba yang ingin diperoleh perusahaan, sehingga perusahaan tersebut dapat bersaing dengan perusahaan–perusahaan lain yang memproduksi produk sejenis. Hal ini tentunya tidak terlepas dari tujuan didirikannya perusahaan yaitu agar modal yang ditanamkan dalam  perusahaan dapat terus berkembang atau dengan kata lain mendapatkan laba semaksimal mungkin.
Kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi dapat mengakibatkan penentuan harga jual pada suatu perusahaan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kedua kemungkinan tersebut dapat mengakibatkan keadaan yang tidak menguntungkan bagi perusahaan, karena dengan harga jual yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan produk yang ditawarkan perusahaan akan sulit bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasar, sebaliknya jika harga jual produk  terlalu rendah akan mangakibatkan laba yang diperoleh perusahaan rendah pula. Kedua hal tersebut dapat diatasi dengan  penentuan harga pokok produksi dan harga jual yang tepat.

1.2  Perumusan Masalah
Makalah  ini akan  menyajikan dan  membahas secara sederhana akuntansi biaya dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Dan secara lebih khusus, pembahasan akan memperlihatkan data harga pokok produksi. Adapun data yang disajikan merupakan data hasil Pengamatan langsung serta praktek langsung membuat cimol.

1.3  Tujuan
Penelitian yang dilakukan dalam karangan ilmiah ini bertujuan antara lain:
a.       Mempelajari dan menyajikan akuntansi biaya secara sederhana.
b.      Membantu dalam mempelajari bisnis secara lebih dekat
c.       Memupuk pengetahuan mengenai bisnis sejak dini
d.      Memudahkan pembelajaran rumus perhitungan dengan praktek secara langsung sehingga lebih mudah dipelajari
 


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.

2.2 Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut objek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (factory overhead cost).

2.2.1 Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku langsung adalah semua biaya bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi dan yang dapat dimasukkan langsung dalam kalkulasi biaya produk. Pertimbangan utama dalam mengelompokkan bahan ke dalam bahan baku langsung adalah kemudahan penelusuran proses pengubahan bahan tersebut sampai menjadi barang jadi. Sebagai contoh, paku untuk membuat peralatan meubel merupakan bagian dari barang jadi, namun agar perhitungan biaya meubel tersebut bisa dilakukan secara cepat, bahan ini dapat diklasifikasikan sebagai bahan baku tidak langsung.

2.2.2 Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja langsung adalah karyawan atau karyawati yang dikerahkan untuk mengubah bahan langsung menjadi barang jadi. Biaya untuk ini meliputi gaji para karyawan yang dapat dibebankan kepada produk tertentu.

2.2.3 Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik disebut juga biaya produk tidak langsung, yaitu kumpulan dari semua biaya untuk membuat suatu produk selain biaya bahan baku langsung dan tidak langsung.
Overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, pekerja tidak langsung, dan bahan pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung ke pekerjaan produk atau tujuan akhir biaya.
Biaya overhead pabrik (FOH) terdiri dari biaya FOH tetap dan biaya FOH variabel. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu, biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Ada juga yang dinamakan biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 

2.3 Penghitungan Harga Pokok Produksi
Di dalam akuntansi biaya yang konvensional komponen-komponen harga pokok produk terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variable. Konsep harga pokok tersebut tidak selalu relevan dengan kebutuhan manajemen. Oleh karena itu timbul konsep lain yang tidak diperhitungkan semua biaya produksi sebagai komponen harga pokok produk. Jadi di dalam akuntansi biaya, dimana perusahaan industri sebagai modal utamanya, terdapat dua metode perhitungan harga pokok yaitu Full/Absortion/Conventional Costing dan Variable/Marginal/Direct Costing. Perbedaan pokok diantara kedua metode tersebut adalah terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi yang bersifat tetap. Adanya perbedaan perlakuan terhadap FOH Tetap ini akan mempunyai pengaruh terhadap perhitungan harga pokok produk dan penyajian laporan rugi-laba. 

2.3.1 Metode Full Costing
Full Costing adalah metode penentuan harga pokok produk dengan memasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Di dalam metode full costing, biaya overhead pabrik yang bersifat variabel maupun tetap dibebankan kepada produk yang dihasilkan atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya. Oleh karena itu biaya overhead pabrik tetap akan melekat pada harga pokok persediaan produk selesai yang belum dijual, dan baru dianggap sebagai biaya (elemen harga pokok penjualan) apabila produk selesai tersebut tidak dijual.
Menurut metode full costing, karena produk yang dihasilkan ternyata menyerap jasa FOH Tetap walaupun tidak secara langsung, maka wajar apabila biaya tadi dimasukkan sebagai komponen pembentuk produk tersebut.

2.3.2 Metode Variable Costing
Variable Costing adalah metode penentuan harga pokok yang hanya memasukkan komponen biaya produksi yang bersifat variabel sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel. 

BAB III
PEMBAHASAN

Bahan dan Alat Produksi
a. Bahan
Secara umum bahan-bahan untuk pembuatan cimol bukanlah suatu hal yang bersifat rahasia. Hampir semua penikmat dan penggemar cimol, pasti mengetahuinya.
Bahan utama untuk membuat Cimol adalah tepung sagu/ Aci. Secara terperinci bahan yang digunakan untuk membuat cimol adalah:
Tabel 1  Bahan pembuatan Cimol
No
Keterangan
1
Tepung Sagu
2
Tepung Terigu
3
Daun Bawang
4
Lada
5
Garam
6
Minyak Goreng
7
Saus Tomat
8
Saus Cabai
9
Tepung Maizena
10
Gula Pasir
11
Bahan penolong (air)


b. Alat
Alat produksi ini berhubungan langsung dengan proses pembuatan Cimol. Alat produksi tersebut adalah :
Tabel 2 Alat Produksi
No
Keterangan
1
Kompor gas + tabung
2
Panci masak air
3
Wajan
4
Pisau
5
Sendok
6
Sodet


3.1.2 Proses Pembuatan
           
1.      Campurkan tepung sagu, tepung terigu, garam, irisan daun bawang, dan lada dalam sebuah wadah.
2.      Didihkan air, kemudian tuangkan pada campuran tepung, aduk perlahan hingga mengental dan dapat di bentuk.
3.      Panaskan minyak, ambil sedikit sedikit adonan, bentuk bulat, lalu goreng, dan tiriskan.
4.      Buat saus dengan cara masak saus tomat, saus cabai, air, garam dan gula pasir hingga mendidih, masukkan larutan maizena, aduk sebentar, angkat.

3.1.3 Proses Penyelesaian

1.      Masukkan cimol yang sudah dingin ke dalam tempat mika.
2.      Masukkan saus ke dalam plastic, tutup dengan rapat.
3.      Masukkan saus yang telah dibungkus ke dalam mika beserta cimolnya, tutup dan rekatkan dengan hekter.

3.1.4 Data Biaya dan Volume Produksi
Untuk perlu diketahui, bahwa usaha Cimol bandung ini merupakan usaha yang menggunakan model usaha bagi hasil, sehingga untuk biaya tenaga kerja ditiadakan.
a. Data Biaya Bahan langsung per hari
Tabel 4  Biaya bahan-bahan
No
Keterangan
Harga
(Rp)
1
Tepung Sagu 1 kg
9.500
2
Tepung terigu ¼ kg
2.500
3
Daun bawang
1.000
4
Garam ¼  x 2000
500
5
Lada
500
6
Minyak Goreng 1L
13.000
No
Keterangan
Harga
(Rp)
9
Saus Tomat
5.500
10
Saus Cabai
6.000
11
Tepung Maizena 1/10x 7000
          1.000
12
Gula Pasir 1/8 kgx 12800
          1.600

Total
41.100

b. Biaya Perlengkapan (overhead tambahan)
Pemakaian perlengkapan seperti mika untuk wadah, hekter, plastik dan tusuk menghabiskan kira-kira Rp. 300 per produk sehingga untuk 35 produk membutuhkan biaya Rp 10.500
c. Biaya Tetap

Pemakaian Peralata per produk seperti gas, wajan, kompor dan lainnya apabila menggunakan metode penghitungan rata-rata per hari adalah Rp. 10.500 dan mampu menghasilkan 35 bungkus. Dengan artian bahwa 1 bungkus menghabiskan biaya Rp. 300 rupiah.



Perhitungan HPP Total

Cimol Bandung
Laporan Harga Pokok Produksi
 

Bahan Langsung                                                        
            Pembelian bahan baku                                    Rp. 40.100
                        Bahan Langsung digunakan                                       Rp. 40.100     
Tenaga Kerja Langsung
Overhead Manufaktur
            Pemakaian seperangkat alat masak                 Rp. 10.500
            Perlengkapan                                                   Rp. 10.500
                        Biaya Manufaktur Total                                              Rp. 21.000
Harga Pokok Produksi                                                                        Rp. 62.100


Cimol Bandung
Laporan Laba Rugi
 

Pendapatan
Harga Pokok Produksi
            Barang jadi awal                                             -
            Harga Pokok Produksi                        Rp. 62.100
            Barang tersedia untuk dijual               Rp. 62.100
            Barang jadi akhir                                 (       -        )
                        Harga pokok penjualan                                   Rp. 62.100


Perhitungan HPP Per Satuan
Untuk HPP per satuan yang penyusun maksudkan disini adalah HPP untuk menghasilkan semangkok baso, sehingga perhitungan HPP per satuan untuk Usaha cimol adalah HPP total harian dibagi dengan jumlah cimol yang dihasilkan dalam satuan tempat/ wadah. Perhitungannya dapat dirumuskan sebagai berikut:


Sementara, untuk jumlah Cimol yang dihasilkan dengan bahan-bahan yang dipaparkan di atas, dapat menghasilkan rata-rata 35 wadah/ tempat/ porsi.
Dari data di atas maka dapat diketahui bahwa HPP per satuan pada Usaha Cimol Bandung adalah sebesar Rp 1774.3. Perhitungannya adalah:
 


Perhitungan Laba
Margin= 50%
Harga pokok perporsi = Rp. 1774,3
Laba    = Margin x HPP
            =  50% x Rp. 1774,3
            = Rp. 887,15

Perhitungan harga Jual
Harga Jual       = HPP+ Laba
                        = Rp. 1774,3 + Rp. 887,15
                        = Rp.  2661,45 atau  Rp. 3000 per porsi

Lampiran Jurnal:
Bahan Baku                                        Rp. 41.100
            Kas                                                                  Rp. 41.100
Barang dalam Proses                           Rp. 40.100
            Bahan Baku                                                    Rp. 40.100
Pengendali Overhead Pabrik              Rp.   10.500
            Akm Penyusutan Peralatan                             Rp. 10.500
Pengendali Overhead Pabrik              Rp. 10.500
            Beban Perlengkapan                                       Rp. 10.500
Barang Jadi                                         Rp. 62.100
            Barang dalam proses                                       Rp. 62.100

Apabila terjadi penjualan Tunai:
Kas                                                      Rp. XXXX
            Penjualan                                                         Rp. XXXX
HPP                                                     Rp. XXXX
            Barang dalam Proses                                       Rp. XXXX


BAB IV
KESIMPULAN

Kesalahan dalam perhitungan HPP dapat mengakibatkan penentuan harga jual pada suatu perusahaan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Oleh karena itu, perhitungan HPP pun menjadi satu hal penting untuk dilakukan bagi setiap bisnis.
Setelah dilakukan penelitian sederhana berkenaan dengan perhitungan HPP, telah diketahui bahwa HPP total harian sebuah usaha cimol adalah Rp. 68.100, dan HPP per satuan atau HPP per mangkoknya adalah Rp 1.774,3. Dengan penjualan dengan harga Rp. 3.000 per bungkus, usaha cimol ini masih mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.225,7.



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar